WFH Masih Berlanjut, Begini Tips bagi Perusahaan yang Baru Memulainya

Diposting pada

Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi membawa perusahaan beralih ke pola kerja WFH yang mungkin akan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.

Hal ini bukan tidak mungkin mengingat banyak perusahaan yang mulai sadar dan membudayakan kerja WFH sebagai “aturan” baru dalam operasional bisnis mereka.

Meski begitu, membudayakan kerja dari rumah atau WFH juga memerlukan aturan dan kebijakan bagi perusahaan.

Bagi perusahaan yang baru memulai memberlakukan WFH, tips bagi perusahaan berikut mungkin bisa membantu.

WFH Masih Berlanjut, Begini Tips bagi Perusahaan yang Baru Memulainya

1. Rencanakan Kebijakan yang Jelas dan Mampu Dipahami seluruh Karyawan

Sebelum menerapkan kerja dari rumah, perusahaan tentu perlu menetapkan kebijakan operasional.

Apakah WFH akan dilakukan secara penuh? Jika iya, sampai kapan?

Jika dilakukan secara parsial, bagaimana ketentuannya? Divisi apa yang akan paling banyak memakan waktu untuk bekerja dari rumah?

Di sisi lain, perusahaan juga perlu mempertimbangkan bagaimana mengelola karyawan dari jauh.

Mungkin akan mudah jika manajemen bisa merekam waktu kerja karyawan saat di kantor tapi akan sangat berbeda jika perusahaan menerapkan WFH.

Tips bagi perusahaan sederhana untuk mengatur kerja dari rumah adalah dengan memberikan waktu “luang” bagi karyawan.

Dalam hal ini perusahaan perlu membuat pembagian waktu yang jelas kepada karyawan terkait kapan karyawan bisa bekerja dan kapan karyawan bisa meluangkan waktu di sela-sela kerja.

Pada akhirnya, seluruh kebijakan perusahaan harus jelas dan tersampaikan langsung oleh karyawan baik itu melalui email, aplikasi perusahaan, atau melalui koordinasi divisi.

2. Siapkan Work From Home Tools

Tips bagi perusahaan selanjutnya adalah siapkan WFH Tools, Bukan bekerja jarak jauh namanya jika perusahaan tidak menyiapkan tools pendukung.

Mulai dari tools kerja seperti laptop, aplikasi komunikasi, manajemen kerja, berbagai dokumen, dan aplikasi telekonferensi. Ya, itu semua wajib disediakan oleh perusahaan.

Sejatinya baik WFH atau tidak, tools tersebut wajib menjadi inventaris perusahaan.

Tentu karena saat ini perusahaan dituntut untuk beralih digital. Sehingga tools yang mampu mempermudah pekerjaan sudah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk memilikinya.

Misalnya aplikasi komunikasi profesional seperti Slack, Flock, atau Microsoft Team dimana selain untuk komunikasi aplikasi tersebut berguna untuk berbagi file dan informasi terkait pekerjaan.

Selain itu ada juga aplikasi manajemen kerja dan berbagi dokumen seperti Google Drive, Trello, atau Zoho.

Tidak lupa juga aplikasi telekonferensi untuk mengakomodasi kebutuhan meeting perusahaan. Meski bekerja dari rumah, aktivitas meeting atau tatap muka juga harus dilakukan.

3. Buat Happy Hour

Kendala yang sering muncul dari WFH adalah karyawan sering teralihkan dengan hal-hal yang sifatnya personal.

Misalnya bermain dengan anak, beres-beres rumah, atau bahkan lebih banyak berbincang dengan keluarga.

Untuk itu, cara terbaik untuk mengakomodasi distraksi karyawan saat bekerja di rumah adalah membuat happy hour sendiri.

Misalnya, membuat program atau event yang dilakukan tiap minggunya dalam satu hari seperti menonton film bersama, kompetisi games, atau aktivitas yang merangsang kerjasama.

Satu hal yang perlu diingat adalah distraksi karyawan saat bekerja dari rumah bukan dihilangkan atau dikurangi, namun diakomodasi dengan cara yang tepat.

4. Gunakan Attendance Management Software

Hal yang sering luput perhatian ketika WFH adalah bagaimana perusahaan bisa mengelola absensi karyawan.

Biasanya, banyak perusahaan yang masih menggunakan absensi sidik jari yang dimana akan sulit untuk membantu perusahaan melacak jam kerja karyawan yang bekerja jarak jauh.

Untuk itu, perusahaan perlu beralih ke sistem attendance management software. Di mana HR bisa mengelola data karyawan yang bekerja dari rumah.

Berbeda dengan mesin absensi konvensional, attendance management software didasari dari penyimpanan cloud atau internet.

Karyawan bisa melakukan absensi dari rumah melalui smartphone yang datanya secara real-time diterima oleh manajemen HR.

Di samping itu, HR juga bisa menetapkan benefit selama WFH yang akan diterima langsung oleh karyawan melalui aplikasi. Misalnya uang untuk kebutuhan internet.

Untuk itu, menggunakan attendance management software menjadi penting bagi perusahaan yang ingin menerapkan kerja dari rumah atau work from home.

Talenta, sebagai penyedia attendance management software mampu mendukung perusahaan yang akan menerapkan kerja dari rumah atau WFH.

Talenta memberikan kemudahan bagi karyawan untuk melakukan absensi dari rumah langsung melalui smartphone.

HRD juga bisa melacak waktu kerja karyawan secara real-time yang dilengkapi GPS, notes, dan juga selfie camera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *